Tuesday, August 21, 2012

02.

Air mata menuruni wajahku
Yang dingin membisu
Kurindukan ujung jarimu yang hangat
Menyeka air mata dari pipiku

Aku kesepian, tenggelam dalam keheningan
Kegelapan mencekam
Kuingin dengar suaramu yang ceria
Menjadi secercah cahaya

Tanganku hampa, tak ada yang tersisa
Serpihan memori yang hilang
Kucoba meraih tanganmu
Mengingat kenangan bersamamu

"Aku mencintaimu," senyuman tipis terpulas di wajahmu.

Kututup matamu dengan tanganku.

"Aku juga," aku tersenyum padamu, yang sudah terbaring tak bernyawa dalam dekapanku. Matamu yang tertutup selamanya setelah kubuka tanganku.

No comments:

Post a Comment